Senin, 24 Oktober 2011

Inilah Daftar Gempa Terdahsyat dalam Sejarah Dunia

Berikut ini adalah gempa bumi terbesar dalam sejarah menurut website layanan survei geologi Amerika Serikat.

-9,5 SR terjadi di Cile pada 5 Mei 1960 di pantai selatan Cile menewaskan 1.600 orang dan 2 juta orang kehilangan rumah.

-9,2 SR terjadi di Alaska, AS pada 27 Maret 1964 menewaskan 128 orang dan kota terbesar di negara bagian itu, Kota Anchorage rusak parah.

-9,1 SR terjadi di Aceh, Indonesia pada 26 Desember 2004 menewaskan 220.000 orang dan merusak kawasan pantai negara-negara di Samudra India.

-9,0 SR terjadi di Rusia pada 4 November 1952 di wilayah pantai Semenanjung Kamchatka di timur jauh Rusia. Gempa itu menimbulkan gelombang tsunami di Pasifik.

-9,0 SR terjadi di Peru pada 13 Augustus 1868. Pelabuhan Arica yang kini menjadi bagian dari Cile dihantam gempa tersebut.

-9,0 SR terjadi di Amerika Utara pada 26 Januari 1700 merusak garis pantai sepanjang 1.000 kilometer akibat tsunami yang terjadi di Samudra Pasifik dan merusak desa-desa pinggir pantai di Jepang.

-8,9 SR terjadi di Jepang pada 11 Maret 2011. Gempa tektonik di timur laut Jepang ini menimbulkan tsunami setinggi 10 meter yang merusak apa saja yang dilaluinya.

-8,8 SR terjadi di pantai Cile pada 27 Februari 2010 yang menimbulkan tsunami hingga menewaskan lebih dari 500 orang, sebagian besar yang tinggal di wilayah pantai Maule yang terletak 400 kilometer barat laut ibu kota Santiago.

-8,8 SR terjadi di Ekuador pada 31 Januari 1906 menghantam dan merusak wilayah pantai Ekuador dan Kolombia dan getarannya terasa sampai di San Francisco, AS.

-8,7 SR terjadi di Alaska pada 4 Februari 1965 dan merusak daerah Kepulauan Rat serta menimbulkan tsunami setinggi 10 meter.

-8,7 SR terjadi di Portugal pada 1 November 1755. Ibu kota Lisabon diguncang gempa saat banyak orang sedang berada di gereja. Seperempat dari penduduk kota itu tewas.

-8,7 SR terjadi di Cile pada 8 Juli 1730. Gempa itu menghantam Kota Valparaiso, 120 kilometer barat laut ibu kota Santiago. Gempa itu menimbulkan tsunami yang menghantam garis pantai sepanjang lebih dari 1.000 kilometer.

7 PENYAKIT TERPOPULER SEPANJANG SEJARAH DUNIA

1. Tipus
Tifus adalah salah satu dari beberapa penyakit serupa yang disebabkan oleh Rickettsiae. Nama berasal dari typhos Yunani yang berarti berasap atau kabur, menggambarkan keadaan pikiran mereka yang terkena dampak dengan tifus. Gambaran yang dapat diandalkan pertama penyakit muncul selama pengepungan Spanyol dari Granada Moor pada 1489. ini termasuk deskripsi dari demam dan bintik-bintik merah di lengan, punggung dan dada, maju ke delirium, luka gangren, dan bau dari daging yang membusuk. Selama pengepungan, orang Spanyol kehilangan 3.000 orang untuk aksi musuh tapi tambahan 17.000 meninggal karena tifus. Epidemi terjadi di seluruh Eropa dari 16 ke abad 19, dan terjadi selama Perang Saudara Inggris, Tiga Puluh Tahun Perang dan Perang Napoleon. Dalam Perang Tiga Puluh Tahun, 8 juta Jerman dihapuskan oleh demam pes dan tifus. Selama retret Napoleon dari Moskow pada tahun 1812, lebih banyak tentara Perancis meninggal karena tifus daripada dibunuh oleh orang Rusia.

2. Ebola
Demam berdarah Ebola dinamai Sungai Ebola, dimana wabah demam diakui pertama terjadi. Virus ditandai dengan filamen yang panjang, dan memiliki bentuk mirip dengan virus Marburg, juga dalam keluarga Filoviridae, dan memiliki gejala penyakit serupa. Ini sebagian besar tetap tidak jelas hingga tahun 1989 dengan pecahnya di Reston, Virginia. Virus ini telah dikonfirmasi untuk bisa ditularkan melalui cairan tubuh, bagaimanapun, penularan melalui paparan lisan dan melalui pajanan konjungtiva adalah mungkin. Pada tahap awal, Ebola mungkin tidak sangat menular. Kontak dengan seseorang di tahap awal mungkin tidak menularkan penyakit. Sebagai penyakit berlangsung, cairan tubuh dari diare, muntah, dan pendarahan mewakili Biohazard ekstrim. Karena kurangnya peralatan yang tepat dan praktek-praktek higienis, epidemi berskala besar terjadi terutama pada orang miskin, daerah terpencil tanpa rumah sakit modern atau staf medis terdidik.

3. Malaria
Beberapa gejala malaria adalah anemia, demam, menggigil, dan bahkan koma atau kematian. Penyakit ini biasanya menyebar ketika orang-orang yang digigit oleh nyamuk Anopheles, yang terinfeksi dari manusia lain. Setiap tahun, ada sekitar 400 juta kasus malaria, membunuh jutaan orang. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit menular yang paling umum, dan masalah serius. Saat ini, tidak ada vaksin yang memiliki dampak besar telah dibuat, tetapi banyak yang sedang diciptakan.

4. Kolera
Dalam bentuk yang paling parah kolera adalah sangat fatal. Jika tidak ditangani dalam waktu tiga jam, orang yang terinfeksi akan mati. Gejala diare, shock, mimisan, kram kaki, muntah, dan kulit kering. Wabah kolera pertama di Bengal, dan dari sana menyebar ke India, Cina, Indonesia, dan Laut Kaspia. Ketika pandemi akhirnya berakhir pada tahun 1826, ada lebih dari 15 juta kematian di India saja. Terapi rehidrasi oral dan antibiotik mengobati kolera.

5. Cacar
Cacar diyakini mulai menginfeksi manusia di 10.000 SM Di Inggris pada abad ke-18 penyakit ini menewaskan sekitar 400.000 orang setiap tahun dan bertanggung jawab untuk sebagian besar kebutaan. Tanda-tanda lainnya termasuk muntah, sakit pinggang, demam, dan sakit kepala. Bukti awal cacar di mumi Mesir Kuno. Diperkirakan bahwa pedagang Mesir membawa penyakit itu ke India, di mana itu tetap endemik selama 2000 tahun. Setelah kampanye vaksinasi sukses sepanjang abad 19 dan 20, WHO bersertifikat pemberantasan cacar pada bulan Desember 1979. Untuk hari ini, cacar adalah penyakit hanya menular manusia telah benar-benar diberantas.

6. Flu Spanyol
Tahun 1918 pandemik flu (biasanya disebut sebagai flu Spanyol) adalah seorang pandemi influenza yang menyebar ke hampir setiap bagian dari dunia. Hal ini disebabkan oleh Influenza yang luar biasa jahat dan mematikan A strain virus subtipe H1N1. Data historis dan epidemiologi tidak memadai untuk mengidentifikasi asal geografis virus. Sebagian besar korbannya adalah orang dewasa muda sehat, berbeda dengan wabah influenza yang paling dominan mempengaruhi pasien remaja, lanjut usia, atau melemah. pandemi berlangsung dari Maret 1918 hingga Juni 1920, menyebar bahkan ke Kutub Utara dan terpencil kepulauan Pasifik. Diperkirakan bahwa di mana saja dari 20 sampai 100 juta orang tewas di seluruh dunia, atau setara dengan perkiraan sepertiga dari penduduk Eropa. Menariknya, flu Spanyol berasal dari subtipe yang sama (influenza A subtipe virus H1N1) sebagai flu babi.

7. Demam Kuning
Gejala Demam Kuning adalah hal-hal seperti demam, menggigil, detak jantung lambat, mual, muntah, dan sembelit. WHO memperkirakan bahwa penyakit ini menyebabkan sekitar 30.000 kematian setiap tahun, ketika dibiarkan tidak divaksinasi. Sebuah wabah yang terkenal demam kuning di Philadelphia, Pennsylvania pada 1793. Penyakit ini menewaskan sebanyak 10.000 orang di Philadelphia saja. Sebagian besar penduduk kota melarikan diri, termasuk presiden. Tapi, walikota tinggal dan hidup dan ketertiban segera dipulihkan. Digambarkan di atas adalah sebuah stasiun karantina demam kuning.

10 Kerajaan Terbesar Dalam Sejarah Dunia

Pada postingan kali ini akan menulis tentang 10 Kerajaan Terbesar Dalam Sejarah Dunia. Sejarang tentang kerajaan terbesar di dunia dan pernah berjaya dimasanya. Berikut 10 kerajaan terbesar di dunia yang pernah ada dalam sejarah dunia.

1. Kekaisaran Ottoman (Turki 1299–1923)
Adalah kerajaan Islam yang berlangsung dari 1 November 1299 sampai 24 Juli 1924. Pada masa kejayaannya, kekaisaran ini meliputi 3 benua, mengatur sebagian besar Asia Barat, Timur dan Tenggara Eropa, daerah pegunungan Kaukasus dan Afrika Utara. Kekaisaran ini berlangsung paling lama yaitu selama 7 abad. Mereka juga toleran terhadap umat Kristen dan Yahudi.

2. Kerajaan Inggris
Kerajaan inggris terdiri dari domini, koloni, protektorat dan mandat dan semua wilayah yang diatur oleh kerajaan Inggris. Sampai tahun 1922 Kerajaan Inggris memiliki 450 juta jiwa dan itu merupakan 1/4 penduduk dunia waktu itu. Wilayahnya seluas 33. 700. 000 km2. dan mempunyai kekuatan militer paling besar dalam sejarah.

3. Kerajaan Mogul (1526–1858)
Kerajaan Mogul adalah kerajaan Islam yang mengatur sebagian besar wilayah India dan berawal pada 1526. Kerajaan ini mengatur sebagian besar Asia Selatan pada akhir abad 17 dan awal abad 18 dan berakhir pada pertengahan abad 19. Kerajaan Mogul adalah keturunan dari Timurid dari Turkistan pada tahun 1700 an, kerajaan ini mencakup seluruh daratan India. Wilayahnya pada waktu itu 4. 000. 000 km2. Kerajaan ini bermula dari kepemimpinan Jalaluddin Mohammad Akbar atau Akbar yang Agung dan berakhir pada 1707 setelah kematian Kaisar Aurangzeb meskipun masih berlangsung sampai 150 tahun kemudian.

4. Kekaisaran Mongolia (1206–1368)
Kekaisaran Mongolia berawal dari abad 13 sampai abad 14. Wilayahnya membentang dari Eropa timur ke Asia. Kekaisaran ini adalah gabungan dari bangsa Mongol dan Turki setelah Genghis Khan diproklamirkan sebagai pemimpinnya pada 1206. Pada masa puncak kejayaanya, wilayahnya membentang dari Sungai Danube di Eropa sampai ke laut jepang. dan dari Benua Artika sampai ke Kamboja. Luas wilayahnya mencapai 24. 000. 000 km2. Pada 1294, kekaisaran mongol pecah menjadi 4 bagian.

5. Kekaisaran Rusia (1721–1917)
Kekaisaran ini berawal dari 1721 dan berakhir pada Revolusi Rusia 1917. Kekaisaran ini adalah kelanjutan dari Tsar Rusia dan menjadi Uni Soviet. Pada 1866, kekaisaran ini memperluas wilayahnya dari Eropa timur ke Asia dan Afrika Utara. Pada awal abad 19, Rusia adalah negara terbesar di dunia. Wilayahnya mencakup Benua Artika di utara sampai Laut Hitam di selatan, Laut Baltik di barat sampai ke Samudra Pasifik di sebelah timur.

6. Dinasti Qing (1890–1912)
Dinasti Qing adalah dinasti terakhir di China. Bermula dari Dinasti Ming dan berlanjut dalam bentuk Republik Rakyat China. Dinasti ini dibentuk oleh klan Manchuria Aisin Gioro (sekarang timur laut china). Berawal dari tahun 1644 dan memperluas wilayahnya di sekitar china membentuk Kekaisaran Qing yang Agung. Dinasti ini menyatukan china pada 1683. Dinasti Qing kemudian jatuh setelah Revolusi Xinhai, ketika Empress Dowager Longyu melepaskan tahtanya sebagai kaisar, Puyi pada 12 februari 1912. Wilayahnya mencapai 14. 700. 000 km2.

7. Kekalifahan Ummayah (661 M – 750 M)
Sistem Kekalifahan adalah suatu bentuk pemerintahan Islam sebagai bentuk kesatuan politik dan kepemimpinan Muslim di seluruh dunia. Kalifah adalah pemimpin muslim setelah Nabi Muhammad. Kekalifahan Ummayah adalah kalifah kedua dari 4 kalifah dan diatur oleh dinasti Ummayah. Nama ini diambil dari Umayya ibn Abd Shams, moyang dari Kalifah Ummayah yang pertama. Meskipun keluarga Ummayah berasal dari Mekah, mereka memilih Damaskus sebagai ibukotanya. Kekalifahan Ummayah ini adalah bangsa Arab-Islam terbesar dalam sejarah. Luas wilayahnya mencapai 5. 000. 000 km2.

8. Kekaisaran Romawi (27 SM– 476/1453 M)
Tipe pemerintahan kerajaan ini adalah aristokastik dan wilayahnya meliputi Eropa dan Sekitar Mediterania. Kerajaan ini lemah setelah diterpa perang sipil. Beberapa peristiwa perubahan sistem pemerintahan dari Republik ke Kerajaan ditandai dari terpilihnya Julius caesar sebagai diktator yang berkuasa pada 44 SM, dan Perang Actium (2 September 31 SM). Perluasan wilayah Romawi bermula ketika sistem pemerintahanya berbentuk republik, dan mencapai puncak kejayaannya sewaktu berbentuk kekaisaran, tepatnya Kaisar Trajan. Luas wilayahnya pada waktu itu adalah 6. 500. 000 km persegi. Karena kerajaan ini berlangsung sangat lama, pengaruhnya dalam bahasa, agama, arsitektur, filosofi, hukum dan sistem pemerintahanya tetap ada sampai sekarang.

9. Kerajaan Persia (550 SM–330 SM)
Kerajaan Persia, Iran Kuno, adalah perkembangan dari kerajaan Median, mengatur sebagian besar wilayah arab dan sekitarnya. Median dan Persia juga dikenal sebagai kerajaan Medo-Persia adalah gabungan dari kerajaan-kerajaan sebelum masanya. Dibangun oleh Sirus Yang Agung dan menguasai beberapa benua yaitu Asia, Eropa dan Afrika.

Pada masa puncaknya, kerajaan ini meliputi wilayah Iran, Afganistan, Pakistan, beberapa bagian Asia tengah, Asia Kecil, Thrace (Eropa Tenggara-Balkan), dan Makedonia, sebagian besar wilayah sekitar Laut Hitam, Irak, Arab Utara, Yordania, Palestina, Israel, Lebanon, Syria, Mesir Kuno sampai ke Libya. Dalam sejarah bangsa Barat, kerajaan ini tercatat sebagai musuh dari kerajaan Yunani dalam Perang Greco-Persia, sebagai antisipasi dari budak termasuk di antaranya bangsa yahudi sebagai tahanan bangsa Babilonia dan kemauan untuk penggunaan bahasa yang sama dalam wilayah ini.

Kerajaan Persia ini kemudian diserang oleh Aleksander III dari Makedonia dan sesudah itu kerajaan inipun(Makedonia) runtuh dan tercerai-berai pada 330 SM menjadi Kerajaan Ptolemaic (Mesir) and Kerajaan Seleucid. Kerajaan ini adalah kerajaan terbesr dalam sejarah. Pada masa puncak kejayaannya, wilayahnya melampaui 8. 000. 000 km persegi.

10. Kerajaan Akkadia (2300 SM–2200 SM)
Kerajaan Akkadia berpusat di kota Akkad (Irak Kuno). Bangsa Akkadia nenek moyang bangsa-bangsa Babilonia dan Assyria. Kerajaan ini berada pada puncak kejayaannya pada abad ke 24 dan 22 sebelum Masehi. Ini dianggap sebagai kerajaan pertama yang ada di bumi. Luas wilayahnya mencapai 0. 8 juta Km persegi.

Itulah 10 Kerajaan Terbesar Dalam Sejarah Dunia yang pernah berjaya di masanya. Semoga artikel kali ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan kepada para pembaca sekalian

Inilah 10 Peristiwa Besar Yang Dilupakan Sejarah Dunia

Daftar ini terinspirasi oleh sebuah buku yang sangat bagus" Lost in Times ". Saya sangat merekomendasikan Anda membeli jika Anda ingin membaca lebih detail tentang, orang-orang cerita dan tempat-tempat dalam daftar ini.

10. Cahokia
Amerika yang Terlupakan di Roma

Cahokia Mounds State Historic Site adalah wilayah dimana kota kuno asli (abad 600-1400 M) dekat Collinsville, Illinois.

Ini adalah situs arkeologi terbesar terkait dengan budaya Mississippian, yang dikembangkan masyarakat maju di Amerika Utara tengah dan timur, dimulai lebih dari lima abad sebelum kedatangan orang Eropa.

Ini adalah National Historic Landmark dan situs yang ditujukan DALAM perlindungan negara. Selain itu, ini adalah salah satu dari hanya dua puluh Situs Warisan Dunia di wilayah Amerika Serikat. Ini adalah konstruksi tanah prasejarah terbesar di Amerika utara Meksiko. Hal ini juga rumah bagi struktur kayu yang muncul identik dengan fungsi Stonehenge.

Pada titik tinggi perkembangannya, Cahokia adalah kota terbesar di utara pusat kota Mesoamerika besar di Meksiko.

Walaupun itu menjadi rumah hanya dari 1.000 orang sebelum tahun 1050, penduduknya tumbuh eksplosif setelah tanggal tersebut. Arkeolog memperkirakan populasi kota di antara 8.000 dan 40.000 pada puncaknya, dengan lebih banyak orang yang tinggal di desa-desa pertanian terpencil yang menyediakan pusat kota utama.Pada 1250, penduduknya lebih besar dari London, Inggris.

Jika perkiraan populasi tertinggi benar, Cahokia lebih besar dibanding kota-kota berikutnya di Amerika Serikat, sampai sekitar tahun 1800, ketika populasi Philadelphia tumbuh melampaui 40.000.

9. Kapal Sultana
Bencana yang terlupakan

kapal uap Sultana adalah paddlewheeler Sungai Mississippi, hancur dalam sebuah ledakan pada tanggal 27 April 1865. Hal ini mengakibatkan bencana maritim terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.Diperkirakan 1.800 dari 2.400 penumpang tewas ketika salah satu dari empat kapal boiler meledak, dan Sultana tenggelam tidak jauh dari Memphis, Tennessee.

Alasan bencana ini sebagian besar dilupakan oleh sejarah adalah karena terjadi segera setelah pembunuhan Presiden Abraham Lincoln, dan selama seminggu Perang Saudara.

Sebagian besar penumpang baru adalah tentara Union, terutama dari Ohio yang baru saja dibebaskan dari kamp penjara Konfederasi seperti Cahawba dan Andersonville.

Pemerintah AS telah mengontrak Sultana untuk mengangkut para mantan tahanan perang kembali ke rumah mereka. Penyebab ledakan adalah boiler bocor dan buruk dan belum diperbaiki.

Boiler (atau "boiler") meledak saat kapal melaju 7 sampai 9 mil ke utara Memphis pukul 2.00 pagi di sebuah ledakan dahsyat yang mengirim beberapa penumpang di dek ke dalam air dan menghancurkan sebagian kapal .

Batu Bara panas menyebar oleh ledakan segera mengubah superstruktur tersisa menjadi neraka, sorotan yang dapat dilihat di Memphis.

8. Ziryab
Budak yang merubah Masyarakat

Ziryab (789-857 M) adalah seorang polymath Persia: seorang penyair, musisi, penyanyi, ahli kecantikan, perancang busana, selebriti, trendsetter, strategi, astronom, botanis, geografi dan mantan budak.

Kebanyakan orang tidak pernah mendengar tentang Ziryab, namun setidaknya dua inovasi nya tetap digunakan sampai hari ini: ia memperkenalkan gagasan tentang hidangan tiga (sup, hidangan utama, puding) dan ia memperkenalkan penggunaan kristal untuk gelas minum (sebelumnya logam merupakan bahan utama).

Dia memperkenalkan asparagus dan sayuran lainnya ke dalam masyarakat, dan membuat perubahan yang signifikan dan penambahan pada dunia musik. Dia memiliki banyak anak, yang semuanya menjadi musisi, dan menyebar warisannya seluruh Eropa. Dia mungkin bisa dianggap sebagai Bach kuno.

Daftar perubahan sosial Ziryab dibuat sangat besar - ia mempopulerkan rambut pendek dan cukur untuk pria, dan memakai pakaian yang berbeda berdasarkan musim.

Dia menciptakan pasta gigi rasa menyenangkan yang membantu kebersihan pribadi (dan umur panjang) di wilayah tersebut, dan juga menemukan sebuah deodoran ketiak. Dia juga mempromosikan mandi dua kali sehari.

7. Peshtigo
Kebakaran di Hutan

Kebanyakan orang membaca ini akan terbiasa dengan Great Chicago Fire yang menewaskan ratusan dan menghancurkan 4 mil persegi dari Chicago, Illinois.

Namun, kebanyakan orang tidak tahu bahwa pada hari yang sama api yang jauh lebih buruk terjadi, di Peshtigo, Wisconsin.8 Oktober 1871, Kebakaran di Peshtigo, Wisconsin, adalah kebakaran yang menyebabkan kematian paling banyak oleh api dalam sejarah Amerika Serikat.

Pada hari yang sama dengan Peshtigo dan kebakaran Chicago, kota Belanda dan Manistee, Michigan, di Danau Michigan, juga dibakar, dan nasib yang sama menimpa Port Huron di ujung selatan Danau Huron.

Pada saat itu berakhir, 1.875 mil persegi hutan telah dikonsumsi dan dua belas komunitas masyarakat hancur. Antara 1.200 dan 2.500 orang diperkirakan telah kehilangan kehidupan mereka.

Api itu begitu kuat itu melonjak beberapa mil di atas perairan Green Bay, dan bagian yang terbakar dari pintu Semenanjung , serta melompat ke Sungai Peshtigo sendiri untuk membakar di kedua sisi kota .

saksi melaporkan bahwa badai yang dihasilkan angin puting beliung yang melemparkan mobil rel dan rumah ke udara.

Banyak yang selamat dari badai yang melarikan diri dari api dengan membenamkan diri dalam Peshtigo Sungai, sumur, atau kubangan lain. namun Beberapa tenggelam sementara yang lain menyerah karena hipotermia di sungai dingin.

6. Gil Eanes
Passing Point of No Return

Nama Gil Eannes hampir ingatkan pada alat rumah tangga; juga adalah bahwa dari tempat yang terkait dengan penjelajah Portugis, Cape Bojador. Eannes juga tidak benar-benar menemukan tanjung ini: tempat itu telah diketahui selama bertahun-tahun.

Untuk penjelajah waktu Eannes's, Bojador mewakili sebuah penghalang unbreachable, titik yang tidak kembali, dan itu adalah pencapaian pahlawan ini enggan untuk lulus bahwa batas tak terlihat, tahun 1434.

Dengan demikian, dia membuka wilayah baru, tidak hanya di darat tetapi di dalam pikiran, dan dengan demikian dimungkinkan zaman keemasan eksplorasi Portugis, dengan segala kemuliaan dan kengerian.

Pada saat itu kebijaksanaan konvensional menyatakan bahwa Matahari paling panas di khatulistiwa. Jadi, bahkan jika sebuah kapal bisa melewati Cape Bojador, Matahari khatulistiwa akhirnya akan membakarnya menjadi bubuk.

Selanjutnya, kapal entah bagaimana berhasil melewati semua bahaya lainnya, awak akan paling karena bertemu monster yang tak terkatakan di wilayah sub-khatulistiwa yang dikenal sebagai Antipodes.

Dengan memiliki keberanian untuk mempertaruhkan nyawanya (akibatnya membuka dunia baru,) Eanes secara menjadi pelopor pada penjelajahan bangsa-bangsa eropa untuk masa - masa selanjutnya. Dia, juga akan disalahkan karena akan menjadi pelopor perkembangan masa - masa perbudakan di eropa

5. Joseph Warren
Bapak Revolusi

Joseph Warren (1741-1775 M) dianggap oleh banyak orang pada masanya sebagai arsitek sebenarnya dari Revolusi Amerika.

Dia adalah tokoh kunci dalam salah satu pihak yang paling terkenal dalam sejarah pesta teh.

ia menulis satu set ketetapan yang berfungsi sebagai cetak biru bagi pemerintah otonom Amerika yang pertama . Ia menyampaikan pidato yang memicu pertempuran pertama dari Perang Revolusi. Ia mengutus Paul Revere keluar di salah satu wahana sejarah yang paling terkenal.

Dia adalah pemimpin Patriot , sebelum Deklarasi Kemerdekaan, untuk mempertaruhkan nyawanya melawan Inggris pada Battlefield (Sandler 55). Dan, sungguh, ia telah banyak hilang dari sejarah. Ia dikelilingi oleh nama-nama yang sangat terkenal dari sejarah Kemerdekaan Amerika, namun namanya sendiri hampir tidak pernah kita dengar hari ini.

Menariknya, saudaranya juag menemukan Harvard Medical School, dan empat belas Nagara bagian di AS memiliki nama County Warren .

4. George de La Tour
Master Yang Dilupakan

Georges de La Tour (13 Maret 1593, Vic-sur-Seille, Moselle - 30 Januari 1652, Luneville) adalah seorang pelukis, yang menghabiskan sebagian besar hidupnya bekerja di Kadipaten Lorraine, (yang diserap ke Prancis antara 1641 dan 1648,) selama hidupnya.

Ia melukis adegan kebanyakan agama diterangi oleh cahaya lilin. setelah berabad-abad ketidakjelasan anumerta, selama abad 20, ia menjadi salah satu yang paling sangat dihormati oleh seniman Baroque di Perancis abad ke-17.

Dalam hidupnya ia dikenal sebagai Pelukis untuk Raja (Perancis), dan dianggap sebagai salah satu seniman terbesar. Sangat sedikit dari karyanya bertahan dan alasan ketidakjelasannya tidak diketahui, namun berkat upaya Hermann Voss, seorang sarjana Jerman, pada tahun 1915 karyanya ditemukan kembali.

3. Pelatihan Harimau
Pengujian hari H

Latihan harimau, atau Operasi Harimau, adalah nama kode untuk sebuah latihan skala penuh pada tahun 1944 untuk hari-H invasi Normandia.

Selama latihan, satu konvoi Sekutu diserang, mengakibatkan kematian 749 prajurit Amerika. Kurangnya pengetahuan yang luas dari latihan ini adalah disengaja (tidak seperti kebanyakan orang lain di daftar ini).

Untuk menyembunyikan rasa malu yang besar dari kegagalan resmi latihan perang ini, semua yang terlibat disumpah untuk tidak membocorkan rahasia ini sebelum invasi yang sebenarnya.

Ten missing officers involved in the exercise had Bigot–level clearance for D-Day, meaning that they knew the invasion plans and could have compromised the invasion should they have been captured alive.

Sepuluh petugas yang m,engetahui invasi ini hilang, dan rencana invasi sesungguhnya hampir dibatalkan sampai tubuh ke sepuluh petugas latihan ditemukan

Dengan sedikit dukungan atau tidak, dari angkatan bersenjata Amerika atau Inggris, untuk usaha apapun untuk memulihkan tetap mendedikasikan peringatan untuk peristiwa itu, penduduk sipil wilayah Devon dan small ken melakukan acara untuk memperingati peristiwa tersebut, setelah menemukan bukti-bukti setelah terdampar di pantai beachcombing pada awal tahun 1970.

2. Kereta Bawah Tanah Pertama Amerika
Rahasia Kereta Bawah Tanah New York

Pada tahun 1904, sistem kereta bawah tanah modern New York secara resmi dibuka dan mengubah kota selamanya. Tapi apa yang kebanyakan orang tidak tahu adalah bahwa itu bukan kereta bawah tanah pertama.

Karena kemacetan yang mengerikan di Broadway, Alfred Ely Beach (pemilik muda dari majalah Scientific muda Amerika) disebut yang mempunyai ide - untuk membangun kereta api bawah tanah, yang menggunakan kipas raksasa untuk mendorong dan menyedot railcar mundur dan maju melalui terowongan.

Karena korupsi komisaris pekerjaan umum, William Tweed, Beach harus mendapatkan persetujuan untuk membangun terowongan itu dengan berpura-pura itu menjadi sebuah sistem pengiriman surat. Tweed (penghasilan yang sebagian besar berasal dari angkutan kota) tidak memveto permintaan.

Beach dan sekelompok kecil orang mulai menggali terowongan di bawah Broadway dalam gelap malam. Seluruh perusahaan dirahasiakan, sebagai kotoran tersembunyi di ruang bawah tanah sebuah gedung dibeli Beach untuk tujuan itu.Pekerjaan berjalan dengan baik, tapi sesaat sebelum mereka bisa menyelesaikan baris pertama mereka mendapat angin dan didukung publik.

Beach tim bekerja ekstra keras untuk menyelesaikan kereta bawah tanah, dan dengan gaya yang mewah mereka membuka untuk umum kereta api bawah tanah pada tanggal 1 Maret 1870. Dia memungut dua puluh lima sen per penumpang untuk perjalanan dari Warren Street ke Murray Street. Ini adalah sukses besar - membawa lebih dari 400.000 penumpang pada tahun pertama beroperasi.

Sayangnya Tweed sangat marah dan memveto ekstensi masa depan kereta bawah tanah. Tweed akhirnya dipenjara karena korupsi, dan izin diberikan untuk Beach untuk melanjutkan pekerjaan memperluas kereta bawah tanah, tapi sayangnya investor pribadi cepat menghilang, karena awal dari krisis ekonomi.

The subway was not completed and remained hidden under the city completely sealed up (complete with the luxury car and machinery) until it was subsumed into the present City Hall Station.

kereta bawah tanah itu tidak diselesaikan dan tetap tersembunyi di bawah kota benar-benar tertutup (lengkap dengan mobil mewah dan mesin) sampai ia dimasukkan ke City Hall Station sekarang.

1. House of Wisdom
Hilang dalam waktu

Rumah Kebijaksanaan adalah perpustakaan dan terjemahan lembaga di Abbassid-era Baghdad, Irak. Itu adalah institusi kunci dalam Gerakan penTerjemahan , dan dianggap telah menjadi pusat intelektual utama dari Zaman Keemasan Islam .

Rumah merupakan pusat tak tertandingi untuk studiKemanusiann dan bagi ilmu pengetahuan Islam, termasuk matematika Islam, astronomi Islam, kedokteran Islam, alkimia Islam dan kimia, zoologi dan geografi Islam.

Menjabarkan naskah Persia, India dan Yunani termasuk Pythagoras, Plato, Aristoteles, Hippocrates, Euclid, Plotinus, Galen, Sushruta, Charaka, Aryabhata dan-Brahmagupta para ulama mengakumulasi kumpulan pengetahuan yang terbesar di dunia, dan dibangun melalui penemuan mereka.

Seiring dengan semua perpustakaan lainnya di Baghdad, Rumah Kebijaksanaan dihancurkan selama invasi Mongol di Baghdad, pada tahun 1258. Dikatakan bahwa perairan Sungai Tigris menjadi hitam selama enam bulan karena tinta dari sejumlah besar buku yang dilemparkan ke dalam sungai.

Jumlah pengetahuan yang hilang tahun itu tidak dapat digambarkan. Hal ini bahkan lebih mengejutkan karena kebanyakan orang lebih tahu dengan penghancuran perpustakaan Alexandria, tapi sedikit yang tahu tentang hilangnya Rumah Ilmu Pengetahuan Terbesar di baghdad untuk era itu.

JEJAK KEGEMILANGAN UMAT ISLAM DALAM PENTAS SEJARAH DUNIA

Oleh: Ir. H. Budi Suherdiman Januardi, MM.


Sejarah perjuangan umat Islam dalam pentas peradaban dunia berlangsung sangat lama sekira 13 abad, yaitu sejak masa kepemimpinan Rasulullah Saw di Madienah (622-632M); Masa Daulat Khulafaur Rasyidin (632-661M); Masa Daulat Umayyah (661-750M) dan Masa Daulat Abbasiyah (750-1258 M) sampai tumbangnya Kekhilafahan Turki Utsmani pada tanggal 28 Rajab tahun 1342 H atau bertepatan dengan tanggal 3 Maret 1924 M, dimana masa-masa kejayaan dan puncak keemasannya banyak melahirkan banyak ilmuwan muslim berkaliber internasional yang telah menorehkan karya-karya luar biasa dan bermanfaat bagi umat manusia yang terjadi selama kurang lebih 700 tahun, dimulai dari abad 6 M sampai dengan abad 12 M. Pada masa tersebut, kendali peradaban dunia berada pada tangan umat Islam.

Pada saat berjayanya peradaban Islam semangat pencarian ilmu sangat kental dalam kehidupan sehari-hari. Semangat pencarian ilmu yang berkembang menjadi tradisi intelektual secara historis dimulai dari pemahaman (tafaqquh) terhadap al-Qur'an yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw yang kemudian dipahami, ditafsirkan dan dikembangkan oleh para sahabat, tabiin, tabi' tabiin dan para ulama yang datang kemudian dengan merujuk pada Sunnah Nabi Muhammad saw.

ERA RASULULLOH SAW (622-632M) DAN PERIODE DAULAT KHULAFAUR RASYIDIN (632-661 M)

Kesuksesan Rasulullah Muhammad Saw dalam membangun peradaban Islam yang tiada taranya dalam sejarah dicapai dalam kurun waktu 23 tahun, 13 tahun langkah persiapan pada periode Makkah (Makiyyah) dan 10 tahun periode Madienah (Madaniyah). Periode 23 tahun merupakan rentang waktu kurang dari satu generasi, dimana beliau Saw telah berhasil memegang kendali kekuasaan atas bangsa-bangsa yang lebih tua peradabannya saat itu khususnya Romawi, Persia dan Mesir.

Seorang ahli pikir Perancis bernama Dr. Gustave Le Bone mengatakan:
“Dalam satu abad atau 3 keturunan, tidak ada bangsa-bangsa manusia dapat mengadakan perubahan yang berarti. Bangsa Perancis memerlukan 30 keturunan atau 1000 tahun baru dapat mengadakan suatu masyarakat yang bercelup Perancis. Hal ini terdapat pada seluruh bangsa dan umat, tak terkecuali selain dari umat Islam, sebab Muhammad El-Rasul sudah dapat mengadakan suatu masyarakat baru dalam tempo satu keturunan (23 tahun) yang tidak dapat ditiru atau diperbuat oleh orang lain”.

Masa kerasulan Muhammad Saw pada akhir periode Madienah merupakan puncak (kulminasi) peradaban Islam, karena disitulah sistem Islam disempurnakan dan ditegakkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. (QS. Al-Maidah ayat 3).

Generasi masa itu merupakan generasi terbaik sebagaimana firman Alloh Swt:“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Alloh”. (QS. Ali Imran ayat 110).

PERIODE DAULAT UMAYYAH (661-750M)
Masa Kedaulatan Umayyah berlangsung selama lebih kurang 90 tahun. Beberapa orang Khalifah besar Bani Umayyah ini adalah Muawiyah bin Abi Sufyan (661-680 M), Abdul Malik bin Marwan (685- 705 M), Al-Walid bin Abdul Malik (705-715 M), Umar bin Abdul Aziz (717- 720 M) dan Hasyim bin Abdul Malik (724- 743 M).

Awal berlangsungya periode Daulat Umayyah lebih memprioritaskan pada perluasan wilayah kekuasaan. Ekspansi wilayah yang sempat terhenti pada masa Khalifah Utsman dan Khalifah Ali dilanjutkan kembali oleh Daulat Umayyah. Pada zaman Muawiyah, Tunisia ditaklukkan. Di sebelah Timur, Muawiyah dapat menguasai daerah Khurasan sampai ke sungai Oxus dan Afganistan sampai ke Kabul. Angkatan lautnya melakukan serangan-serangan ke ibu kota Bizantium, Konstantinopel. Ekspansi ke timur yang dilakukan Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh khalifah Abdul Malik. Dia mengirim tentara menyeberangi sungai Oxus dan dapat berhasil menundukkan Balkh, Bukhara, Khawarizm, Ferghana dan Samarkand. Tentaranya bahkan sampai ke India dan dapat menguasai Balukhistan, Sind dan daerah Punjab sampai ke Maltan.

Ekspansi ke Barat secara besar-besaran dilanjutkan pada zaman Al-Walid bin Abdul Malik. Masa pemerintahan Walid adalah masa ketenteraman, kemakmuran dan ketertiban, dimana umat Islam merasa hidup bahagia. Pada masa pemerintahannya yang berjalan kurang lebih sepuluh tahun, tercatat bahwa pada tahun 711 M merupakan suatu ekspedisi militer dari Afrika Utara menuju wilayah Barat Daya, benua Eropa. Setelah Al-Jazair dan Marokko dapat ditundukan, Tariq bin Ziyad, panglima pasukan Islam, dengan pasukannya menyeberangi selat yang memisahkan antara Marokko dengan benua Eropa, dan mendarat di suatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Tariq). Tentara Spanyol dapat dikalahkan. Dengan demikian, Spanyol menjadi sasaran ekspansi selanjutnya. Ibu kota Spanyol, Cordova, dengan cepatnya dapat dikuasai. Menyusul setelah itu kota-kota lain seperti Sevi'e, Elvira dan Toledo yang dijadikan ibu kota Spanyol yang baru setelah jatuhnya Cordova. Pasukan Islam memperoleh kemenangan dengan mudah karena mendapat dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa. Pada zaman Umar bin Abdul Aziz, serangan dilakukan ke Prancis melalui pegunungan Piranee. Serangan ini dipimpin oleh Aburrahman bin Abdullah Al-Ghafiqi. Ia mulai dengan menyerang Bordeau, Poitiers. Dari sana ia mencoba menyerang Tours. Namun, dalam peperangan yang terjadi di luar kota Tours, Al-Ghafiqi terbunuh, dan tentaranya mundur kembali ke Spanyol. Disamping daerah-daerah tersebut di atas, pulau-pulau yang terdapat di Laut Tengah juga jatuh ke tangan Islam pada zaman Bani Umayyah.

Dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah, baik di timur maupun barat, wilayah kekuasaan Islam masa Bani Umayyah ini betul-betul sangat luas. Daerah-daerah itu meliputi Spanyol, Afrika Utara, Syria, Palestina, Jazirah Arabia, Irak, sebagian Asia Kecil, Persia, Afganistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan, Purkmenia, Uzbek, dan Kirgis di Asia Tengah.

Disamping ekspansi kekuasaan Islam, Bani Umayyah juga banyak berjasa dalam pembangunan di berbagai bidang. Pada bidang pengembangan keilmuan, Daulat Umayyah mengawalinya dengan mengeluarkan sebuah kebijakan startegis. Adalah Khalifah Abdul Malik (685-705M) merupakan Khalifah pertama yang berhasil melakukan berbagi pembenahan administrasi pemerintahan dimana beliau memerintahkan penggunaan Bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan dan kenegaraan di seluruh wilayah Islam yang membentang dari Pegunungan Thian Shan di sebelah Timur sampai Pegunungan Pyrenees di Sebelah Barat termasuk dalam berbagai administrasi kenegaraan lainnya yang pada perkembangan selanjutnya Bahasa Arab menjadi bahasa umum sebagai bahasa pengantar dunia (lingua franca), juga menjadi bahasa diplomatik antar Bangsa diantara Barat dan Timur bahkan berkembang menjadi bahasa ilmiah sampai kepada zaman renaissance, hingga Roger Bacon (1214-1294 M) dari Oxford ahli pikir Inggeris terbesar itu, menurut Ecyclopedia Britanica, 1951, volume II, halaman 191-197, mendorong sedemikian rupa untuk mempelajari Bahasa Arab guna memperoleh pengetahuan yang sangat murni, yang menyatakan bahwa: “Roger Bacon, placing Averroes beside Aristole and Avicenna, recomends the study of Arabic as the only way of getting the knowledge which bad versions obscured”, yakni “menganjurkan mempelajari Bahasa Arab sebagai jalan satu-satunya bagi memperoleh ilmu yang telah dikaburkan oleh versi-versi yang jelek” sebelumnya.

Kemajuan tradisi intelektual dan ilmu pengetahuan pada zaman Daulat Umayyah di Andalusia dirasakan oleh masyarakat Eropa. Oliver Leaman menggambarkan kondisi kehidupan intelektual di sana sebagai berikut:

“….pada masa peradaban agung [wujud] di Andalus, siapapun di Eropa yang ingin mengetahui sesuatu yang ilmiyah ia harus pergi ke Andalus. Di waktu itu banyak sekali problem dalam literatur Latin yang masih belum terselesaikan, dan jika seseorang pergi ke Andalus maka sekembalinya dari sana ia tiba-tiba mampu menyelesaikan masalah-masalah itu. Jadi Islam di Spanyol mempunyai reputasi selama ratusan tahun dan menduduki puncak tertinggi dalam pengetahuan filsafat, sains, tehnik dan matematika. Ia mirip seperti posisi Amerika saat ini, dimana beberapa universitas penting berada”.

Pada bidang lainnya, pembangunan yang dilakukan Muawiyah diantaranya mendirikan dinas pos dan tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda yang lengkap dengan peralatannya di sepanjang jalan. Dia juga berusaha menertibkan angkatan bersenjata dan mencetak mata uang. Pada masanya, jabatan khusus seorang hakim (qadhi) mulai berkembang menjadi profesi tersendiri. Qadhi adalah seorang spesialis dibidangnya. Khalifah Abdul Malik mengubah mata uang Bizantium dan Persia yang dipakai di daerah-daerah yang dikuasai Islam. Untuk itu, dia mencetak uang tersendiri pada tahun 659 M dengan memakai kata-kata dan tulisan Arab. Keberhasilan Khalifah Abdul Malik diikuti oleh puteranya Al-Walid bin Abdul Malik (705-715 M) seorang yang berkemauan keras dan berkemampuan melaksanakan pembangunan. Dia membangun panti-panti untuk orang cacat. Semua personel yang terlibat dalam kegiatan yang humanis ini digaji oleh negara secara tetap. Dia juga membangun jalan-jalan raya yang menghubungkan suatu daerah dengan daerah lainnya, pabrik-pabrik, gedung-gedung pemerintahan dan masjid-masjid yang megah.

Pada lapangan perdagangan yakni pada saat peradaban Islam telah menguasai dunia perdagangan sejak permulaan Daulat Umayyah (661-750M), dimana pesisir lautan Hindia sampai ke Lembah Sind, sehingga terjalin kesatuan wilayah yang luas dari Timur sampai Barat yang berimplikasi terhadap lancarnya lalu-lintas dagang di dataran antara Tiongkok dengan dunia belahan Barat pegunungan Thian Shan melalui Jalan Sutera (Silk Road) yang terkenal itu, yang kemudian terbuka pula jalur perdagangan melalui Teluk Parsi, Teluk Aden yang menghubungkannya dengan kota-kota dagang di sepanjang pesisir Benua Eropa, menyebabkan “kebutuhan Eropa pada saat itu amat tergantung pada kegiatan dagang di dalam wilayah Islam”.

PERIODE DAULAT ABBASIYAH (132H/750M s.d. 656H/1258 M)
Masa Kedaulatan Abbasiyah berlangsung selama 508 tahun, sebuah rentang sejarah yang cukup lama dalam sebuah peradaban. Berdasarkan perubahan pola pemerintahan dan politik, para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Bani Abbas menjadi lima periode: (1) Periode Pertama (132 H/750 M-232 H/847 M), disebut periode pengaruh Persia pertama; (2) Periode Kedua (232 H/847 M-334 H/945 M), disebut pereode pengaruh Turki pertama; (3) Periode Ketiga (334 H/945 M-447 H/1055 M), masa kekuasaan dinasti Buwaih dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah. Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua; (4) Periode Keempat (447 H/1055 M-590 H/l194 M), masa kekuasaan dinasti Bani Seljuk dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah; biasanya disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua; (5) Periode Kelima (590 H/1194 M-656 H/1258 M), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota Bagdad.

Tidak seperti pada periode Umayyah, Periode pertama Daulat Abbasiyah lebih memprioritaskan pada penekanan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam daripada perluasan wilayah. Fakta sejarah mencatat bahwa masa Kedaulatan Abbasiyah merupakan pencapaian cemerlang di dunia Islam pada bidang sains, teknologi dan filsafat. Pada saat itu dua pertiga bagian dunia dikuasai oleh Kekhilafahan Islam.

Masa sepuluh Khalifah pertama dari Daulat Abbasiyah merupakan masa kejayaan (keemasan) peradaban Islam, dimana Baghdad mengalami kemajuan ilmu pengetahuan yang pesat. Secara politis, para khalifah betul-betul merupakan tokoh yang kuat dan merupakan pusat kekuasaan politik dan agama sekaligus. Di sisi lain, kemakmuran masyarakat mencapai tingkat tertinggi. Periode ini juga berhasil menyiapkan landasan bagi perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan dalam Islam. Namun setelah periode ini berakhir, pemerintahan Bani Abbas mulai menurun dalam bidang politik, meskipun filsafat dan ilmu pengetahuan terus berkembang.

Pada masa sepuluh Khalifah pertama itu, puncak pencapaian kemajuan peradaban Islam terjadi pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid (786-809 M). Harun Al-Rasyid adalah figur khalifah shaleh ahli ibadah; senang bershadaqah; sangat mencintai ilmu sekaligus mencintai para ‘ulama; senang dikritik serta sangat merindukan nasihat terutama dari para ‘ulama. Pada masa pemerintahannya dilakukan sebuah gerakan penerjemahan berbagai buku Yunani dengan menggaji para penerjemah dari golongan Kristen dan penganut agama lainnya yang ahli. Ia juga banyak mendirikan sekolah, yang salah satu karya besarnya adalah pembangunan Baitul Hikmah, sebagai pusat penerjemahan yang berfungsi sebagai perguruan tinggi dengan perpustakaan yang besar. Perpustakaan pada masa itu lebih merupakan sebuah universitas, karena di samping terdapat kitab-kitab, di sana orang juga dapat membaca, menulis dan berdiskusi.

Harun Al-Rasyid juga menggunakan kekayaan yang banyak untuk dimanfaatkan bagi keperluan sosial. Rumah sakit, lembaga pendidikan dokter, dan farmasi didirikan. Pada masanya sudah terdapat paling tidak sekitar 800 orang dokter. Disamping itu, pemandian-pemandian umum juga dibangun. Kesejahteraan, sosial, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan serta kesusasteraan berada pada zaman keemasannya. Pada masa inilah negara Islam menempatkan dirinya sebagai negara terkuat yang tak tertandingi.

Terjadinya perkembangan lembaga pendidikan pada masa Harun Al Rasyid mencerminkan terjadinya perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan. Hal ini sangat ditentukan oleh perkembangan bahasa Arab, baik sebagai bahasa administrasi yang sudah berlaku sejak zaman Bani Umayyah, maupun sebagai bahasa ilmu pengetahuan.

Pada masa pemerintahan Abbasiyah pertama juga lahir para imam mazhab hukum yang empat hidup Imam Abu Hanifah (700-767 M); Imam Malik (713-795 M); Imam Syafi'i (767-820 M) dan Imam Ahmad bin Hanbal (780-855 M).

Pencapaian kemajuan dunia Islam pada bidang ilmu pengetahuan tersebut tidak terlepas dari adanya sikap terbuka dari pemerintahan Islam pada saat itu terhadap berbagai budaya dari bangsa-bangsa sebelumnya seperti Yunani, Persia, India dan yang lainnya. Gerakan penterjemahan yang dilakukan sejak Khalifah Al-Mansur (745-775 M) hingga Harun Al-Rasyid berimplikasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan umum, terutama di bidang astronomi, kedokteran, filsafat, kimia, farmasi, biologi, fisika dan sejarah.

Menurut Demitri Gutas proses penterjemahan di zaman Abbasiyah didorong oleh motif sosial, politik dan intelektual. Ini berarti bahwa para pihak baik dari unsur masyarakat, elit penguasa, pengusaha dan cendekiawan terlibat dalam proses ini, sehingga dampaknya secara kultural sangat besar.

Gerakan penerjemahan pada zaman itu kemudian diikuti oleh suatu periode kreativitas besar, karena generasi baru para ilmuwan dan ahli pikir muslim yang terpelajar itu kemudian membangun dengan ilmu pengetahuan yang diperolehnya untuk mengkontribusikannya dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan.

Menurut Marshall, proses pengislaman tradisi-tradisi itu telah berbuat lebih jauh dari sekadar mengintegrasikan dan memperbaiki, hal itu telah menghasilkan energi kreatif yang luar biasa. Menurutnya, periode kekhalifahan dalam sejarah Islam merupakan periode pengembangan di bidang ilmu, pengetahuan dan kebudayaan, dimana pada zaman itu telah melahirkan tokoh-tokoh besar di bidang filsafat dan ilmu pengetahuan seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al-Farabi. Berbagai pusat pendidikan tempat menuntut ilmu dengan perpustakaan-perpustakaan besar bermunculan di Cordova, Palermo, Nisyapur, Kairo, Baghdad, Damaskus, dan Bukhara, dimana pada saat yang sama telah mengungguli Eropa yang tenggelam dalam kegelapan selama berabad-abad. Kehidupan kebudayaan dan politik baik dari kalangan orang Islam maupun non-muslim pada zaman kekhilafahan dilakukan dalam kerangka Islam dan bahasa Arab, walaupun terdapat perbedaan-perbedaan agama dan suku yang plural.

Pada saat itu umat Islam telah berhasil melakukan sebuah akselerasi, jauh meninggalkan peradaban yang ada pada saat itu. Hidupnya tradisi keilmuan, tradisi intelektual melalui gerakan penerjamahan yang kemudian dilanjutkan dengan gerakan penyelidikan yang didukung oleh kuatnya elaborasi dan spirit pencarian, pengembangan ilmu pengetahuan yang berkembang secara pesat tersebut, mengakibatkan terjadinya lompatan kemajuan di berbagai bidang keilmuan yang telah melahirkan berbagai karya ilmiah yang luar biasa.
Menurut Oliver Leaman proses penterjemahan yang dilakukan ilmuwan muslim tidak hanya menterjemahkan karya-karya Yunani secara ansich, tetapi juga mengkaji teks-teks itu, memberi komentar, memodifikasi dan mengasimilasikannya dengan ajaran Islam. Proses asimilasi tersebut menurut Thomas Brown terjadi ketika peradaban Islam telah kokoh. Sains, filsafat dan kedoketeran Yunani diadapsi sehingga masuk kedalam lingkungan pandangan hidup Islam. Proses ini menggambarkan betapa tingginya tingkat kreativitas ilmuwan muslim sehingga dari proses tersebut telah melahirkan pemikiran baru yang berbeda sama sekali dari pemikiran Yunani dan bahkan boleh jadi asing bagi pemikiran Yunani.

Pada masa-masa permulaan perkembangan kekuasaan, Islam telah memberikan kontribusi kepada dunia berupa tiga jenis alat penting yaitu paper (kertas), compass (kompas) and gunpowder (mesiu). Penemuan alat cetak (movable types) di Tiongkok pada penghujung abad ke-8 M dan penemuan alat cetak serupa di Barat pada pertengahan abad 15 oleh Johann Gutenberg, menurut buku Historians’ History of the World, akan tidak ada arti dan gunanya jika Bangsa Arab tidak menemukan lebih dahulu cara-cara bagi pembuatan kertas.

Pencapaian prestasi yang gemilang sebagai implikasi dari gerakan terjemahan yang dilakukan pada zaman Daulat Abbasiah sangat jelas terlihat pada lahirnya para ilmuwan muslim yang mashur dan berkaliber internasional seperti : Al-Biruni (fisika, kedokteran); Jabir bin Hayyan (Geber) pada ilmu kimia; Al-Khawarizmi (Algorism) pada ilmu matematika; Al-Kindi (filsafat); Al-Farazi, Al-Fargani, Al-Bitruji (astronomi); Abu Ali Al-Hasan bin Haythami pada bidang teknik dan optik; Ibnu Sina (Avicenna) yang dikenal dengan Bapak Ilmu Kedokteran Modern; Ibnu Rusyd (Averroes) pada bidang filsafat; Ibnu Khaldun (sejarah, sosiologi). Mereka telah meletakkan dasar pada berbagai bidang ilmu pengetahuan.

Beberapa ilmuwan muslim lainnya pada masa Daulat Abbasiyah yang karyanya diakui dunia diantaranya:
• Al-Razi (guru Ibnu Sina), berkarya dibidang kimia dan kedokteran, menghasilkan 224 judul buku, 140 buku tentang pengobatan, diterjemahkan ke dalam Bahasa Latin. Bukunya yang paling masyhur adalah Al-Hawi Fi ‘Ilm At Tadawi (30 jilid, berisi tentang jenis-jenis penyakit dan upaya penyembuhannya). Buku-bukunya menjadi bahan rujukan serta panduan dokter di seluruh Eropa hingga abad 17. Al-Razi adalah tokoh pertama yang membedakan antara penyakit cacar dengan measles. Dia juga orang pertama yang menyusun buku mengenai kedokteran anak. Sesudahnya, ilmu kedokteraan berada di tangan Ibnu Sina;
• Al-Battani (Al-Batenius), seorang astronom. Hasil perhitungannya tentang bumi mengelilingi pusat tata surya dalam waktu 365 hari, 5 jam, 46 menit, 24 detik, mendekati akurat. Buku yang paling terkenal adalah Kitab Al Zij dalam bahasa latin: De Scienta Stellerum u De Numeris Stellerumet Motibus, dimana
terjemahan tertua dari karyanya masih ada di Vatikan;
• Al Ya’qubi, seorang ahli geografi, sejarawan dan pengembara. Buku tertua dalam sejarah ilmu geografi berjudul Al Buldan (891), yang diterbitkan kembali oleh Belanda dengan judul Ibn Waddih qui dicitur al-Ya’qubi historiae;
• Al Buzjani (Abul Wafa). Ia mengembangkan beberapa teori penting di bidang matematika (geometri dan trigonometri).

Sejarah telah membuktikan bahwa kontribusi Islam pada kemajuan ilmu pengetahuan di dunia modern menjadi fakta sejarah yang tak terbantahkan. Bahkan bermula dari dunia Islamlah ilmu pengetahuan mengalami transmisi (penyebaran, penularan), diseminasi dan proliferasi (pengembangan) ke dunia Barat yang sebelumnya diliputi oleh masa ‘the Dark Ages’ mendorong munculnya zaman renaissance atau enlightenment (pencerahan) di Eropa.

Melalui dunia Islam-lah mereka mendapat akses untuk mendalami dan mengembangkan ilmu pengetahuan modern. Menurut George Barton, ketika dunia Barat sudah cukup masak untuk merasakan perlunya ilmu pengetahuan yang lebih dalam, perhatiannya pertama-tama tidak ditujukan kepada sumber-sumber Yunani, melainkan kepada sumber-sumber Arab.

Sebelum Islam datang, menurut Gustav Le Bon, Eropa berada dalam kondisi kegelapan, tak satupun bidang ilmu yang maju bahkan lebih percaya pada tahayul. Sebuah kisah menarik terjadi pada zaman Daulat Abbasiah saat kepemimpinan Harun Al-Rasyid, tatkala beliau mengirimkan jam sebagai hadiah pada Charlemagne seorang penguasa di Eropa. Penunjuk waktu yang setiap jamnya berbunyi itu oleh pihak Uskup dan para Rahib disangka bahwa di dalam jam itu ada jinnya sehingga mereka merasa ketakutan, karena dianggap sebagai benda sihir. Pada masa itu dan masa-masa berikutnya, baik di belahan Timur Kristen maupun di belahan Barat Kristen masih mempergunakan jam pasir sebagai penentuan waktu.

Bagaimana kondisi kegelapan Eropa pada zaman pertengahan (Abad 9 M) bukan hanya pada aspek mental-dimana cenderung bersifat takhayul, demikian pula halnya dalam aspek fisik material. Hal ini sebagaimana digambarkan oleh William Drapper:

“Pada zaman itu Ibu Kota pemerintahan Islam di Cordova merupakan kota paling beradab di Eropa, 113.000 buah rumah, 21 kota satelit, 70 perpustakaan dan toko-toko buku, masjid-masjid dan istana yang banyak. Cordova menjadi mashur di seluruh dunia, dimana jalan yang panjangnya bermil-mil dan telah dikeraskan diterangi dengan lampu-lampu dari rumah-rumah di tepinya. Sementara kondisi di London 7 abad sesudah itu (yakni abad 15 M), satu lampu umumpun tidak ada. Di Paris berabad-abad sesudah zaman Cordova, orang yang melangkahi ambang pintunya pada saat hujan, melangkah sampai mata kakinya ke dalam lumpur”.

Menurut Philip K. Hitti, jarak peradaban antara kaum muslimin di bawah kepemimpinan Harun Al-Rasyid jauh melampaui peradaban yang ada pada orang-orang Kristen pimpinan Charlemagne.

Pertengahan abad 9 M peradaban Islam telah meliputi seluruh Spanyol. Masuknya Islam ke Spanyol yaitu setelah Abdur Rahman ad-Dakhil (756 M) berhasil membangun pemerintahan yang berpusat di Andalusia.

Melalui Spanyol, Sicilia dan Perancis Selatan yang berada langsung di bawah pemerintahan Islam, peradaban Islam memasuki Eropa. Bahasa Arab menjadi bahasa internasional yang digunakan berbagai suku bangsa di berbagai negeri di dunia. Baghdad di Timur dan Cordova di Barat, dua kota raksasa Islam menerangi dunia dengan cahaya gilang-gemilang. Sekitar tahun 830 M, Alfonsi-Raja Asturia telah mendatangkan dua sarjana Islam untuk mendidik ahli warisnya. Sekolah Tinggi Kedokteran yang didirikan di Perancis (di Montpellier) dibina oleh beberapa orang Mahaguru dari Andalusia. Keunggulan ilmiah kaum muslimin tersebar jauh memasuki Eropa dan menarik kaum intelektual dan bangsawan Barat ke negeri-negeri pusatnya. Diantara mereka terdapat Roger Bacon (Inggeris); Gerbert d’Aurillac yang kemudian menjadi Paus Perancis pertama dengan gelar Sylvester II, selama 3 tahun tinggal di Todelo mempelajari ilmu matematika, astronomi, kimia dan ilmu lainnya dari para sarjana Islam.

Tidaklah mengherankan, karena pada saat kekhilafahan Islam berkuasa saat itu Spanyol menjadi pusat pembelajaran (centre of learning) bagi masyarakat Eropa dengan adanya Universitas Cordova. Di Andalusia itulah mereka banyak menimba ilmu, dan dari negeri tersebut muncul nama-nama ‘ulama besar seperti Imam Asy-Syathibi pengarang kitab Al-Muwafaqat, sebuah kitab tentang Ushul Fiqh yang sangat berpengaruh; Ibnu Hazm Al-Andalusi pengarang kitab Al-Fashl fi al-Milal wa al-Ahwa’ wa an-Nihal, sebuah kitab tentang perbandingan sekte dan agama-agama dunia, dimana bukti tersebut telah mengilhami penulis-penulis Barat untuk melakukan hal yang sama.

Di Andalusia (Spanyol bagian Selatan), berbagai universitasnya pada saat itu dipenuhi oleh banyak mahasiswa Katolik dari Perancis, Inggeris, Jerman dan Italia. Pada masa itu, para pemuda Kristen dari berbagai negara di Eropa dikirim berbondong-bondong ke sejumlah perguruan tinggi di Andalusia guna menimba ilmu pengetahuan dan teknologi dari para ilmuwan muslim. Adalah Gerard dari Cremona; Campanus dari Navarra; Aberald dari Bath; Albert dan Daniel dari Morley yang telah menimba ilmu demikian banyak dari para ilmuwan muslim, untuk kemudian pulang dan menggunakannya secara efektif bagi penelitian dan pengembangan di masing-masing bangsanya. Dari sini kemudian sebuah revolusi pemikiran dan kebudayaan telah pecah dan menyebarluas ke seluruh masyarakat dan seluruh benua. Para pemuda Kristen yang sebelumnya telah banyak belajar dari para ilmuwan muslim, telah berhasil melakukan sebuah transformasi nilai-nilai yang unggul dari peradaban Islam yang kemudian diimplementasikan pada peradaban mereka (Barat) yang selanjutnya berimplikasi terhadap kemajuan diberbagai bidang ilmu pengetahuan.

Semaraknya pengembangan ilmu dan pengetahuan di dunia Islam diindikasikan dengan banyaknya perpustakaan tersebar di kota-kota dan negeri-negeri Islam yang jumlahnya sangat fantastis. Sejarah mencatat, perpustakaan di Cordova pada abad 10 Masehi mempunyai 600.000 jilid buku. Perpustakaan Darul Hikmah di Cairo mempunyai 2.000.000 jilid buku. Perpustakaan Al Hakim di Andalusia mempunyai berbagai buku dalam 40 kamar yang setiap kamarnya berisi 18.000 jilid buku. Perpustakaan Abudal Daulah di Shiros (Iran Selatan) buku-bukunya memenuhi 360 kamar. Sementara ratusan tahun sesudahnya (abad 15 M), menurut catatan Catholik Encyclopedia, perpustakaan Gereja Canterbury yang merupakan perpustakaan dunia Barat yang paling kaya saat jumlah bukunya tidak melebihi 1.800 jilid buku.

Sejarah juga mencatat bahwa Uskup Agung Raymond di Spanyol mendirikan Badan Penterjemah di Todelo yang ditujukan guna menterjemahkan sebagian besar karangan sarjana-sarjana Muslim tentang ilmu pasti, astronomi, kimia, kedokteran, filsafat, dll, dimana waktu yang dibutuhkan untuk menterjemahkannya yaitu lebih dari satu setengah abad (1135-1284 M).

Dari pusat-pusat peradaban Islam yang meliputi Baghdad, Damaskus, Cordova, Sevilla, Granada dan Istanbul, telah memancarkan sinar gemerlap yang menerangi seluruh penjuru dunia terlebih Cordova, Sevilla, Granada yang merupakan bagian dari kekuasaan Islam di Spanyol telah banyak memberikan kontribusi besar terhadap tumbuh dan berkembangnya peradaban modern di dunia Barat.

PERIODE SETELAH DAULAT ABBASIYAH SAMPAI TUMBANGNYA KEKHILAFAHAN TURKI UTSMANI
Pada masa Khilafah Utsmani, para ahli sejarah sepakat bahwa zaman Khalifah Sulaiman Al-Qanuni (1520-1566 M) merupakan zaman kejayaan dan kebesaran yang pada masanya telah jauh meninggalkan negara-negara Eropa di bidang militer, sains dan politik.

Pasca berakhirnya keluasaan Daulat Abbasiyah, kepemimpinan Islam berlanjut dengan kepemimpinan Daulat Utsmaniyah. Daulat Utsmaniyah yang juga dikenal dengan sebutan Kesultanan atau Kekaisaran Turki Ottoman, didirikan oleh Bani Utsman, yang selama lebih dari enam abad kekuasaannya (1299 s.d. 1923) dipimpin oleh 36 orang sultan, sebelum akhirnya runtuh dan terpecah menjadi beberapa negara kecil.

Kesultanan ini menjadi pusat interaksi antar Barat dan Timur selama enam abad. Pada puncak kekuasaannya, Kesultanan Utsmaniyah terbagi menjadi 29 propinsi dengan Konstantinopel (sekarang Istambul) sebagai ibukotanya. Pada abad ke-16 dan ke-17, Kesultanan Usmaniyah menjadi salah satu kekuatan utama dunia dengan angkatan lautnya yang kuat. Kekuatan Kesultanan Usmaniyah terkikis secara perlahan-lahan pada abad ke-19, sampai akhirnya benar-benar runtuh pada abad 20. Musuh-musuh Islam membutuhkan waktu selama satu abad untuk melepaskan ikatan ideologi Islam dari tubuh umat Islam, yang pada akhirnya tanggal 3 Maret 1924 M yang bertepatan dengan tanggal 28 Rajab 1342 Hijriah, melalui Mustafa Kemal Attaturk yang merupakan agen Inggris dan anggota Freemasonry (sebuah organisasi Yahudi), membubarkan institusi Kekhilafahan Islam terakhir di Turki dan menggantikannya dengan Republik Turki. Maka, sejak saat itu ideologi Islam benar-benar terkubur ditandai dengan dihilangkannya institusi khilafah oleh majelis nasional Turki dan diusirnya Khalifah terakhir.

BEBERAPA CATATAN PENTING
Menyimak betapa besar kontribusi Islam terhadap lahirnya peradaban Islam berskala dunia terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi, sesungguhnya kemajuan yang dicapai Barat pada mulanya bersumber dari peradaban Islam. Dunia Barat sekarang sejatinya berterima kasih kepada umat Islam. Akan tetapi pada kenyataannya pihak Barat (non Muslim) telah sengaja menutup-nutupi peran besar atas jasa para pejuang dan ilmuwan muslim tersebut yang pada akhirnya terabaikan bahkan sampai terlupakan. Oleh karena itu, umat Islam perlu kembali menggelorakan semangat keilmuan para ilmuwan muslim atas sumbangsihnya yang amat besar bagi peradaban umat manusia di dunia dalam menyongsong kembali kejayaan Islam dan umatnya.

Kita dapat menyimak, bahwa puncak pencapaian penguasaan sains dan teknologi pada zaman kejayaan umat Islam masa lalu terkait erat dengan tegaknya sistem kekhilafahan, dimana adanya sistem komando yang terintegrasi secara global yang peranan secara politik sejalan dengan peranan agama. Kita juga mendapatkan gambaran dalam sejarah bahwa sosok para pemimpin terdahulu yang shaleh selain sebagai seorang negarawan yang handal dan mumpuni, juga sebagai seorang ‘ulama wara’ yang takut pada Rabb-nya, mencintai ilmu serta mencintai rakyatnya. Pada aspek ini kita bisa melihat adanya integrasi tiga pilar utama dalam pembentukan peradaban Islam yaitu agama, politik dan ilmu pengetahuan terpadu dalam satu kendali sistem kekhilafahan dibawah pimpinan seorang khalifah.

Keberlangsungan sistem kekhilafahan terutama sejak zaman Daulat Umayyah dan Daulat Abbasiyah walaupun bersifat khalifatul mulk (estapeta kepemimpinan didasarkan pada keturunan/dinasti) yang adakalanya dipimpin oleh orang shaleh dan sekali waktu dipimpin oleh orang zhalim dan durhaka, tetapi seburuk-buruk kondisi pada masa kehilafahan, masih jauh lebih baik daripada masa setelah tercerabutnya kehilafahan, karena pada masa kekhilafahan hukum Islam masih tegak dan ditaati oleh umat Islam, demikian juga adanya ketaatan terhadap berbagai fatwa para ‘ulama.

Segala hal yang baik dari para pendahulu umat Islam seyogiannya menjadi cerminan teladan bagi kita, sementara segala hal yang kurang baik, sejatinya dijadikan sebagai pelajaran yang sangat berharga.

Awal meredupnya peradaban Islam yang terjadi sejak abad ke-8 hijriah (abad 13 M) hingga abad ke-14 hijriah (abad 20 M) yang telah mengakibatkan proses peralihan dari peradaban Islam ke keradaban Barat yang ditandai dengan masa pencerahan di dunia Barat serta terjadinya penjajahan, penaklukan dan aneksasi terhadap negeri-negeri muslim oleh armada perang dari negara-negara Barat lebih disebabkan oleh melemahnya legitimasi politik dunia Islam karena peran kekhilafahan cenderung bersifat simbol serta hanya sebatas seremonial saja hingga tumbangnya sistem kekhilafahan di dunia Islam. Dari situlah kemudian dimulainya hegemoni dunia Barat terhadap dunia Islam.

Jadi, sesungguhnya faktor utama kekalahan dan melemahnya peran umat Islam bukanlah terletak pada kuatnya pihak musuh-musuh Islam, tetapi lebih disebabkan oleh melemahnya kekuatan umat Islam yang diakibatkan oleh perbuatan kemaksiatan yang dilakukan. Kemaksiatan terbesar terutama berupa sikap menyekutukan Alloh Swt (musyrik) dalam beribadah serta tidak memperdulikan lagi atas berbagai aturan (syari’at) yang diperintahkan-Nya.

Perbuatan maksiat yang dilakukan oleh umat Islam itulah yang telah dikhawatirkan oleh Umar bin Kaththabr.a. saat beliau menjadi Khalifah, hal ini sebagaimana dapat kita simak dari pesan tertulis beliau yang pernah disampaikannya kepada Sa’ad bin Abi Waqash ketika akan menghadapi sebuah pertempuran. Pada surat itu ditulis pesan sebagai berikut:

“Umar bin Kaththab ra. telah menulis sepucuk surat kepada Sa’ad bin Abi Waqash r.a.: ‘Sesungguhnya kami memerintahkan kepadamu dan kepada seluruh pasukan yang kamu pimpin, agar taqwa dalam segala keadaan, karena taqwa kepada Alloh merupakan seutama-utamanya persiapan dan strategi paling kuat dalam menghadapi pertempuran. Aku perintahkan pula kepadamu dan pasukan yang kamu pimpin agar benar-benar menjaga diri dari berbuat maksiat. Karena maksiat yang engkau perbuat pada saat berjuang lebih aku khawatirkan daripada kekuatan musuh, sebab engkau akan ditolong Alloh jika musuh-musuh Alloh telah berbuat banyak maksiat, karena jika tidak demikian kamu tidak akan punya kekuatan sebab jumlah kita tidaklah sebanyak jumlah pasukan mereka, dimana persiapan mereka berbeda dengan persiapan yang kita lakukan. Jika kita sama-sama berbuat maksiat sebagaimana yang dilakukan oleh musuh-musuh kita, maka kekuatan musuh akan semakin hebat. Sangatlah berat kita akan dapat mengalahkan musuh kita jika hanya mengandalkan pada kekuatan yang kita miliki, kecuali dengan mengandalkan ketaqwaan kita kepada Alloh dan senantiasa menjaga diri dari berbuat maksiat...” (Lihat : Kitab Al ‘Aqdul Farid jilid I, hlm. 101; Kitab Nihayatul Arab jilid VI, hlm. 168; Kitab Ikhbarul Umar wa Ikhbaru Abdullah bin Umar jilid I, hlm. 241-242; Kitab Ikbasu min Ikhbarul Khulafa Ar-Rosyidin hlm 779, serta buku Jihad tulisan Dr. Mahfudz Azzam, hlm. 28).


SENARAI PUSTAKA :
1. Abu Khalil, Syauqi. Harun Al Rasyid, Pemimpin dan Raja yang Mulia. Jakarta: Pustaka Azzam, 2002.
2. Al-Sharqawi, Effat. Filsafat Kebudayaan Islam. Bandung: Penerbit Pustaka, 1986.
3. Enan, M.A. Decisive Moments in the History of Islam (Detik-detik Menentukan dalam Sejarah Islam). Alih Bahasa oleh Mahyuddin Syaf, Surabaya: Bina Ilmu, 1979.
4. Gibbon, Edward. The Decline and The Fall of Roman Impire, Abridged and Illustrated London. United Kingdom: Bison Books Ltd. 1979.
5. Gutas, Dimitri. Greek Thought, Arabic Culture, The Graeco-Arabic Translation Movement in Baghdad and Early Abbasid Society (2nd-4th/8th-10 centuries). Routledge, London-New York, 1998.
6. Muttaqo Al Hindi. Kitab ‘Muntakhob Kanzu’l-Ummal, Jilid VI.
7. Koentjaraningrat. Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia, 1985.
Leaman, Oliver. Scientif and Philosophical Enquiry: Achievement and Reaction in Muslim History dalam Farhad Daftary (ed), Intellectual Traditions in Islam, I.B Tauris, London-New York in Association with The Institute of Ismaili Studies, 2000.
8. Leaman, Oliver. An Introduction to Medieval Islamic Philosophy, Cambridge: University Press, Cambridge, 1985.
9. Muhammad Ash-Shalabi, Ali. Bangkit & Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2004.
10. Nasution, Harun. Islam Ditinjau dari berbagai Aspeknya. Jilid I, cetakan kelima. Jakarta: UI Press, 1985.
11. Sou’yb, Joesoef. Sejarah Daulat Khulafaur Rasyidin. Jakarta: Bulan Bintang, 1979.
12. Sou’yb, Joesoef. Sejarah Daulat Umayyah. Jakarta: Bulan Bintang, 1977.
13. Sou’yb, Joesoef. Sejarah Daulat Abbasiah. Jakarta: Bulan Bintang, 1977.
14. Stryzewska, Bojena Gajane. Tarikh al-Daulat al-Islamiyah. Beirut: Al Maktab Al-Tijari, tanpa tahun.
15. Suyuthi, Imam. Tarikh Khulafa. Jakarta: Pustaka Al Kautsar, 2006.
16. Syalabi, A. Sejarah dan Kebudayaan Islam, Jilid I. Jakarta: Pustaka Alhusna, 1987, cet. V.
17. Watt, W. Montgomery. Kejayaan Islam: Kajian Kritis dari Tokoh Orientalis. Yogyakarta: Tiara Wicana Yogya, 1990.
18. Yatim, Badri. Sejarah Peradaban Islam, Dirasah Islamiyah II, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2006.
19. Zarkasyi, Hamid Fahmy. Membangun Peradaban Islam. Makalah Workshop Pemikiran Ideologis, Forum Ukhuwwah Islamiyah, Daerah Istimewa Yogyakarta, 15 April 2007.
20. Zallum, Abdul Qadim. Konspirasi Barat Meruntuhkan Khilafah Islamiyah, Telaah Politik Menjelang Runtuhnya Negara Islam. Bangil: Al-Izzah, 2001.

Penipuan Terbesar Sepanjang Sejarah Dunia

Dari kompas nih, kutipannya:

Madoff Dihukum 150 Tahun
Kerugian Setara dengan Pengeluaran Rp 58 Miliar Per Hari Selama 100 Tahun
Kamis, 12 Maret 2009 | 03:43 WIB

NEW YORK, Selasa – Bernard Madoff yang berusia 70 tahun, pelaku penipuan atas dana-dana investasi sebesar 150 miliar dollar AS, menghadapi hukuman penjara hingga 150 tahun. Ini adalah penipuan terbesar sepanjang sejarah dunia.

Jaksa penuntut, Lev L Dassin, mengungkapkan, ada 11 tuduhan terhadap Madoff, mantan Ketua Nasdaq, bursa saham khusus untuk perusahaan-perusahaan teknologi. Madoff telah melakukan kejahatan kerah putih selama 20 tahun terakhir.

Ira Sorkin, pengacara Madoff, mengatakan, Madoff berencana mengaku bersalah pekan ini dan berniat tidak membela diri. Sejak Desember 2008, Madoff berada dalam tahanan rumah di apartemennya yang mewah dengan uang jaminan 7 juta dollar AS.

Madoff dituduh melakukan penipuan dengan skema Ponzi yang melibatkan uang milik sejumlah perusahaan dana pensiun, yayasan sosial, aktris/ aktor, dana-dana sekolah, dan lainnya.

Madoff dan para anak buahnya membujuk sejumlah lembaga dan warga kaya dunia untuk menanamkan dana di perusahaannya, Bernard L Madoff Investment Securities LLC. Nasabah dibuai dengan tawaran untung tinggi walau hanya dinyatakan dalam laporan rutin. Keuntungan itu tidak dibayarkan seluruhnya, bahkan nasabah dirangsang untuk tidak melakukan penarikan dana, tetapi melakukan investasi dalam jangka panjang.

Perusahaan membuat laporan seolah dana-dana itu ditanamkan di bursa saham Wall Street. Badan Pengawas Pasar Modal AS (SEC) menyebutkan, Madoff melakukan penipuan dengan memalsukan kop surat-surat SEC.

Kepada keluarga, Madoff mengaku telah melakukan penipuan bernilai nominal 50 miliar dollar AS. Jaksa penuntut menaikkan nominal penipuan menjadi 64,8 miliar dollar AS.

Namun, jaksa mengatakan, kerugian riil akibat skema Ponzi itu lebih dari 170 miliar dollar AS, sudah termasuk kalkulasi atas keuntungan dari dana-dana yang ditanamkan. Harian di AS, Huffington Post, menyetarakan kerugian dengan pengeluaran Rp 58 miliar per hari selama 100 tahun.

Rompi antipeluru

Madoff hadir di sebuah pengadilan di Manhattan, New York, Selasa (10/3), dengan mengenakan rompi antipeluru. Madoff tiba di gedung pengadilan tiga jam sebelum sidang dimulai. Otoritas berusaha mencegah temu muka antara Madoff dan para investor yang berang. Beberapa pengacara investor muncul sebagai penonton, tetapi ruang sidang lebih banyak dipenuhi wartawan.

Hakim Distrik Denny Chin bertanya, ”Apakah Madoff ingin mengaku bersalah pada hari Kamis?”

Sorkin mengatakan, ”Itu merupakan harapan yang wajar.” Chin bertanya lagi, ”Apakah Madoff akan mengaku bersalah atas 11 tuduhan?”

Sorkin menjawab, ”Iya, Yang Mulia.”

Asisten jaksa AS, Marc Litt, mengatakan, walaupun Madoff mengaku bersalah, hukuman tak akan dikurangi. Dia mengatakan, Madoff tetap menghadapi hukuman paling lama, yaitu 150 tahun. Biasanya, jika terdakwa mengaku bersalah, hukuman bisa diringankan.

Chin juga membatasi jumlah korban yang hendak berbicara dalam persidangan dan meminta para korban untuk berperilaku baik.
 

Bla... Bla.... Bla...... Copyright © 2012 -- Template created by samsualdi -- Powered by Blogger